Rabu, 14 November 2007

pra Jadian

Aku berencana intuk menyatakan hatiku, aku mengundangnya untuk datang ke kostan ku yang baru dimana aku sudah tidak ber 3 lagi satu kost, wanita yang tinggal satu kost itu sudah memilih jalannya sendiri karena dia terkadang balik kampung dan terkadang ntah dimana, tapi permasalahannya aku punya affair dengannya (diceritakan di selanjutnya).

waktu berdua dikost aku menyatakan bahwa aku tertarik dengan Z (nama sapaan wanita tersebut). aku berharap untuk diterima dan berusaha mengeluarkan kata yang sangat hati-hati agar diterima tentunya..
bagai desambar geledek ternyata ditolak saudara-saudara..
its ok, aku berfikiran begitu, tapi yang timbul dalam kepala cuma 1 " kenapa ??"..
ternyata feeling wanita itu sangat besar, dia curiga dengan hubunganku dengan teman satu kamarku, dasar aku cowok munafik dan tidak membenarkan adanya affair ku dengannya..
aku berprinsip aku melakukan itu bukan atas dasar suka, tetapi hanya libido semata dan normalisasi pria apabila menghadapi kondisi demikian..

dasar pria memakai logika dibanding wanita, wanita mau ciuman karena dia sayang ama lelaki tapi belum tentu lelaki, tapi ini membangun suatu masalah yang berkepanjangan.
satu hari setelah cinta ini ditolak, ternyata Z curhat dengan teman affair 1 kost ku tersebut, dia mengalami traumati bahwa dia pernah mengalami apa yang ditakutkannya ini. sebelum aku dia jadian dengan lelaki dimana lelaki tersebut meninggalkannya dan pergi bersama wanita yang sudah dicurigainya sejak lama..

aku tetap tidak mengakui dasar pemikiran dia dan dilimpahkannya dengan kejadian ini.
dengan bantu A sebut saja teman affair gw tersebut, dia tidak mengakui juga ada apa-apa antara aku dan dia.
aku juga merasa thtz ok, karena aku cowok yang selalu memiliki teman affair begitu tapi tak ada satu ikatan apapun.
tepat tanggal 13 bulan 10 2005 aku berusaha menerangkan bahwa aku benar-benar ingin meilikinya.. dengan berat hati dia mengiakan dan aku tak tahu atas dasar apa dia mau atau ntah karena dia juga suka denganku??
dengan pengertian-pengertian yang kubuat, ternyata dia jadi kekasihku..
memang aku dasar lelaki yang terbiasa dengan strategi-strategi yang sebenarnya ini timbul dari traumatis kisah cintaku sebelum ini yang nantinya akan diceritakan. Aku menjadi sosok lelaki yang sepertinya sudah kehilangan urat nadi yang namanya kesetiaan. terkadang aku bingung apa aku yang tidak setia atau situasi ini memang harus berjalan seperti ini yang akhirnya menyudutkanku??

setelah jadian aku masih sembunyi dibalik topeng kesetiaanku, dimana aku berusaha agar si a dekat dengan kekasihku, dengan tujuan aku memperbaiki masalah tanpa dia tahu dan tidak mengulang masa lalu, biar affair ku ini hilang bersama angin..

Namanya wanita mana ga ada yang setulus yang dikira..
permainan mulai muncul dibalik persahabatan a dengan z yang telah jadi kekasihku..
A mengatakan bahwa dia suka denganku, dengan lantang aku mengatakan ini merupakan hubungan yang tidak didasari rasa apapun, jadi jangan mengharapkan apapun dariku..

yah memang itu sudah dibicarakan sebelumnya, aku sangat kecewa karena aku menganggap kami berdua merupakan pemain yang profesional dengan tidak mengatas namakan cinta untuk menjalani hubungan fisik walaupun itu hanya sebatas ciuman.
Ternyata dia menyadarinya dan tetap menjadi wanita yang datang tak diundang dan pergi ntah kemana..
apakah aku mencintainya??
kembali kepernyataanku diatas, pria bisa mengontrol emosionalnya untuk tidak mencinta etetapi menjalani hubungan sepesial secara fisik sedangkan wanita sebaliknya.

efek dari sebaliknya itu mulai ada permainan dari A dengan curhat kepada teman kekasihku yang kuanggap merupakan metode klassik tapi ampuh untuk menggoyahkan hubunganku dengan kekasihku..

Rahasia itu akhirnya terungkap, hasil dari curhatan A menmbuat tamparan pedas melayang ke pipiku.. akun ketahuan ada suatu hubungan yang selama ini kuelakkan untuk menerangkannya..
apakah aku dimaafkan?? tentu merupakan suatu kepustusan yang sangat berat, kondisiku pasrah dan menganggap ini merupakan konsekuensi, apa aku harus lari dari masalah?
ternyata tak beberapa saat, akupun sudah agak lupa dengan prosesnya, maap itu datang dan sangat tidak aku duga-duga, aku tertegun dan mengatakan dalam hati, aku memang salah dan tak ada wanita-wanita sebelumnya yang memaapkan aku jika aku ada masalah seperti ini.



continue..


warm regards


aThankoE

0 komentar: