Rabu, 14 November 2007
After Study
Selesai perkuliahanku, mulailah aku berfikiran untuk mencari pekerjaan, bulan 11 november 2006 aku tamat dan kami sudah 1 tahunan lebih, perkelahian lebih sering muncul dari pada kemesraan layaknya pasangan yang lain, tapi pertengkaran selalu saja dipermasalakan masalah ketidak disiplinanku dalam hidup, seperti merokok, begadang dan bermalas-malasan. Tapi itu tak kan lama, fajar pagi esok pasti akan meluluhkan hati kami untuk mengatakan semuanya itu lupakan aja. Masalah semakin memuncak, saat itu kekasihku pulang ke kampungnya karena libur, dimana sebelum dia berangkat kami sering sekali berkelahi didasari masalah yang itu-itu aja, sewaktu dia disana dia nelfon aku dan cerita ada laki-laki yang dia suka sedari SMU dulu mulai dekati dia. No prob babe dalam hatiku, karena aku yakin “dia tak seperti aku”. Ternyata aku salah sepulang dari sana aku menjemputnya dengan kerinduan. Dengan nada ngomong secara tidak disengaja dia bilang aku dah jadian ama coeok itu.. aku hanya terdiam dan menanyakan emang benar? Samapai berkali-kali dia menjawab ia. Aku mulai seperti orang tolol yang sombong dan mulai berfikiran betapa berartinya dia dan betapa gampangnya orang merebut dioa dari aku walaupun laki-laki itu tau dia milikku. Aku masih menjaga maruahku. Aku dimintanya datang kekostnya dan bagai orang baru putus mulai menjaga setiap omongan, hp nya mulai pake-pake pasword, atau datang sms harus sembunyi2 membacanya, apa lagi telfon. Aku lemas aku juga ga tau kenapa aku ini masih mau berdiri disampingnya sementara dia sudah milik orang. Aku bukan laki-laki sebodoh itu, ingat aku cowok yang bisa mendapatkan apa yang kumau dengan pemikiran yang sistematis dan harus membuang rasa melankolis dan pasrah. Aku mulai dekati dia, karena aku tau dia tak kan bisa pergi dari aku, karena kemenanganku hanya satu, aku selalu ada diharinya, sempat aku berfikir, kan bagus aku tak terkekang lagi.. disitu aku mulai menunjukkan gaya cuek dan tidak menampakkan aku sangat butuh dia, yah itu cara yang paling ampuh untuk meluluhkan wanita. Aku mulai menanyakan apa dia serius, ada apa sebenarnya. Keesokan hariya aku baru tahu, bahwa banyak dari temannya yang tidak suka denganku karena masa laluku, makanya dia dipengaruhi dan menyarankan meminta z menerima laki-laki yang sudah ditaksirnya itu sejak lama. Kalau aku bisa memberi saran, laki-laki yang memanfaatkan cinta wanita yang terpendam dan tiba-tiba memintanya untuk jadi miliknya adalah laki-laki yang tidak meiliki kerjaan dan pengen punya stok dimana-mana untuk menaikkan maruahnya sebagai penakluk wanita, tapi siapa yang tak bisa lakukan itu. Biar tau aja dear blogarry ada wanita yang suka denganku seperti kondisi z saat itu, tapi aku tak mau, karena aku tau aku tak kan bahagia. Suatu saat seminggu setelah kami putus, di jujur dan mengatakan telah putus dengan dia pacar barunya dengan alasan dia melakukan semua itu karena dendam dengan apa yang kubuat dengannya. Dia sudah menyelesaikan semua urusannya dengan pacarnya itu dan meminta kami untuk memulai dari awal lagi, awal yang seperti apa yang pasti aku tak tahu. Akupun mencari pekerjaan walaupun ityu hanya tameng pada orang tuaku agar aku bisa menetap di medan tanpa subsidi dana apapun sam pai 2 bulan hingga aku menetapkan untuk pulang ke Dumai-Riau tempat orang tuaku. Cepat marah dan curiga itu selalu merajai komunikasi aku dan dia, padahal pada saat itu aku benar-benar pengangguran dan tak memiliki uang sepeserpun pali kalau ibu ku berbaik hati dia memberikan 5.000 rupiah untukku, itulah kumanfaatkan intuk beli rokok dan lain..lainnn... huhh lain2 nya ntah apa yang cukup, utung aku memliki teman yang tidak se sakit aku, yah biasa dia keturunan tionghoa, dia teman baikku dari kami SLTP, tapi itu juga jadi masalah ama Z, karena aku pulang larut malam dan terkadang mau nongkrong 2 di pub dan tempat hiburan yang ada. Saatnya aku mulai berfikir, emang apa yang dibuatnya itu emang baik, tapi aku lebih menyadarinya, apa yang kulakukan masih dalam tahap wajar, dimana seorang laki-laki yang memiliki teman dan punya hobi game dan kebiasaan merokok itu apakah salah? Emang salah, tapi apakah sikap melarang nya sampai se gitunya sampai aku merasa benar-benar tak bernafas. KECURIGAAN dan didukung rasa sakitnya masa lalu yang aku buat.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar