Kamis, 15 November 2007
I'm Not Ok! finnally...
..Apa yang ditakutkan terjadi Dear Bloggarry, keputusan sudah diambil, aku dan dia Z tersayang telah mengambil keputusan dengan mengucapkan kata “aku mencintaimu…daghh..muahhh..” untuk yang terakhir kalinya tepat pada jam 16.45. Cinta itu datang dan pergi dengan kenangan dan kepedihan yang harus dibawa mati. Aku menanyakan apakah hubungan ini bisa dipertahankan sementara kenangan indah itu ditutupi oleh kenangan pertikaian komitmen dan pemikiran yang berbeda. Apa kami memang ga cocok? Masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam otakku, apa ini dipertahankan bisa memperbaiki situasi komunikasi kami yang terlalu banyak pertikaian? Aku tetap mencintainya.. apapun terjadi, tapi baru ini aku sebagai pria membuat keputusan untuk berpisah dengan kepedihan yang mendalam dengan pertimbangan yang mungkin aku sesali, Cuma dia yang mau maapin aku, Cuma dia yang terus curigai aku dan tak percaya apa yang kulakukan jika malam tiba. Cuma dia yang bisa buatku menangis dan Cuma dia yang mengajariku arti pelukan yang hangat dan penuh makna. Aku ga bias berkata apa lagi bloggary, aku butuh waktu untuk tenangkan otakku yang masih berkecamuk. Aku mau lihat apa waktu akan mengajarkan dan memberitahukan apa yang kulakukan ini salah atau benar.. Continue Warm regards aThankoE
continue im not ok
Akhirnya telfon selama 1 jam ambil keputusan untuk berdua, aku ga mau kejadian untuk berulang-ulangt kali dengan mementahkan komitmen dan mengulangnya lagi, usul yang sangat bagus menurut aku, dimana dia meminta lahir sosok lelaki yang baru yang sama sekali dimulai dengan kata perkenalan dengan tidak melalui sms "cok tes" tetapi dengan perkenalan formal dimana laki2 ingin lebih mengenal wanita yang dia inginkan. sepertinya ini pengulangan waktu yang diperankan oleh tokoh yang terdahulu juga. Aku sempat tertegun, memikirkan apakah ini mungkin? apa ini hanya akan sia-sia?, aku menelfon dia lagi z terkasih dengan mengatakan aku ga mau, ini bukan caranya, dengan muka tebal aku mementahkan kembali keputusan ku untuk berpisah dengannya. tapi, dia malah bilang " kita coba hidup baru". dalam artian recana diatas harus dilaksanakan, aku bingung dan tak penganut kepercayaan secar kebetulan, karena aku masih jauh dari kota nya, dan mengharapkan pertemuan secara tidak sengaja dan menjalin percintaan yang dimulai dari awal, tidak mengenal selingkuh, dan tidak mengenal pertikaian. apakah ini mungkin? aku hanya bertanya pada waktu, aku bertanya pad fajar yang bangunkan ku.. arghhh.. cuma waktu yang menjawab.. continue.. aThankoE
Langgan:
Entri (Atom)

